Recent Posts

Comments

recentcomments

Gallery

Featured Posts

Videos

Recent Posts

Recent in Sports

Pages - Menu

Senin, 10 April 2017


Kompetensi Keahlian TKJ membekali siswa untuk menguasai kemampuan di bidang troubleshooting PC dan laptop, troubleshooting jaringan (LAN dan WAN), serta Administrasi jaringan. Untuk mata diklat produktif, siswa TKJ memperoleh pelajaran dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek. Materi yang dipelajari oleh Siswa TKJ adalah materi tentang perakitan PC dan Laptop, jaringan LAN (Local Area Network), jaringan WAN (Wide Area Network), Server, Administrasi jaringan.
A. VISI DAN MISI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK YMIK JAKARTA
   
VISI
Terwujudnya Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang unggul dan menghasilkan lulusan yang profesional dan berkarakter.
MISI
  1. Menyelenggarakan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik Komputer dan Jaringan yang berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan stakeholder.
  2. Menghasilkan lulusan yang memiliki bekal keahlian sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.
  3. Menyiapkan lulusan yang berkarakter dan berwawasan global sehingga dipercaya untuk mengemban amanat pembangunan nasional.
  4. Menjalin kerjasama dengan stakeholder dalam penerepan teknologi komputer dan jaringan.
B. TUJUAN KOMPETENSI KEAHLIAN
  1. Mewujudkan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang unggul dan berdaya saing secara nasional dan internasional.
  2. Meningkatkan mutu pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang berbasis Teknik Komputer dan Jaringan secara berkelanjutan.
  3. Menghasilkan lulusan yang berkarakter dalam bidang Teknik Komputer dan Jaringan serta mampu bersaing secara nasional dan internasional.
  4. Menghasilkan lulusan yang mampu berinovasi untuk dapat menciptakan peluang bagi karirnya.
C. STRUKTUR KURIKULUM TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA (TKI)

MATA PELAJARAN
KELAS
X
XI
XII
1
2
1
2
1
2
Kelompok A (Wajib)






1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
4
4
4
Matematika
4
4
4
4
4
4
5
Sejarah Indonesia
2
2
2
2
2
2
6
Bahasa Inggris
2
2
2
2
2
2
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
2
2
2
2
2
2
8
Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
2
2
2
9
Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan
3
3
3
3
3
3
Kelompok C (Peminatan)
C1.  Dasar Bidang Keahlian
10
Fisika
2
2
2
2
-
-
11
Pemrograman Dasar
2
2
2
2
-
-
12
Sistem Komputer
2
2
2
2
-
-
C2.  Dasar Program Keahlian
13
Perakitan Komputer
4
4
-
-
-
-
14
Simulasi Digital
3
3
-
-
-
-
15
Sistem Operasi
3
3
-
-
-
-
16
Jaringan Dasar
4
4
-
-
-
-
17
Pemrograman Web
4
4
-
-
-
-
C3.  Paket Keahlian

Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan
-
-
18
18
24
24
18
     1. Komputer Terapan
-
-
2
2
     2. Komunikasi Data
-
-
4
4
     3. Sistem Operasi Jaringan
-
-
4
4
4
-
     4. Administrasi Server
-
-
4
4
4
-
     5. Rancang Bangun Jaringan
-
-
4
4
4
     6. Jaringan Nirkabel
-
-
4
4
     7. Keamanan Jaringan
-
-
4
4
     8. Troubleshooting Jaringan
-
-
4
4
     9. Kerja Proyek
-
-
-
-
12


18
18
24
24

TOTAL
48
48
48
48
48
48
 Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan adalah membekali peserta didik dalam keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten :
  1. meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta diklat
  2. mendidik peserta diklat agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
  3. mendidik peserta diklat agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni.
  4. mendidik peserta diklat dengan keahlian dan keterampilan dalam bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan jaringan agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah.
  5. mendidik peserta diklat agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.
  6. membekali peserta diklat dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.
 
Pendiri YMIK 
 

YAYASAN MEMAJUKAN ILMU DAN KEBUDAYAAN (YMIK)
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka, timbul kesadaran dari sejumlah orang-orang terkemuka saat itu, bahwa berjuang dalam pendidikan nasional merupakan bagian yang integral dari perjuangan merebut dan menegakkan serta mengisi kemerdekaan itu sendiri.
Untuk mewujudkan kesadaran ini maka dibentuklah Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK) pada tahun 1946 dengan susunan Pengurus Sebagai berikut :
1. Ketua                :Mr. Sutan Takdir Alisjahbana
2. Wakil Ketua       :Prof. Sarwono Prawirohardjo
3. Penulis              :Mr. Prajitno Soewondo
Hazil, Kwari Satjadibarata
4. Bendahara,        :DR. Djoehana R.M. Soebagio
5. Pembantu          :Mr. T. Ismail Thayeb,
Ny. Noegroho DR, Bander Djohan,
Drs. Adam Bachtiar
    Bersamaan dengan itu diadakan 2 (dua) panitia yang diharapkan lebih khusus bekerja secara terpusat pada bidangnya dimana yang pertama untuk menyelidiki bagaimana, dapat menggiatkan kehidupan ilmu dalam masyarakat Indonesia dengan anggota-anggota sebagai berikut
    1. DR. Leimena
    2. Ir. Abdul Karim
    3. Prof. Dr. Soetono Tjokronegoro
    4. Mr. Ali Budihardjo
    5. Poerwadarminta
    6. Mr. Soetikno
    7. Ir. TH. A. Resink, dan
    8. DR. Soemitro Djojohadikusomo. 
    Panitia yang kedua bertugas.memotivasi usaha ke arah meningkatkan dan menggairahkan kegiatan kehidupan kebudayaan yang anggota-anggotanya sebagai berikut :
    1. Noegroho       
    2. Soedjatmoko  
    3. H.B. Jasin       
    4. Mochtar Apin 
    5. L. Damais
    6. A. Djoehana,
    7. Nona Budihardjo, dan
    8. Nona Roekmini Singgih 
    Usaha yang mula-mula dilakukan ialah mengadakan kira-kira 20 kursus antara lain Ekonomi, Hukum, Sosiologi, Politik, Filsafat clan lain-lain yang dipimpin oleh Drs. Adam Bahtiar sebagai penanggung jawab. Kursus-kursus ini secara umum dimaksudkan untuk memberikan basis pemahaman terhadap peranan Ilmu Pengetahuan bagi setiap warga Negara sebagai tanggung jawabnya dalam mengisi kemerdekaan.
    Pada tahun yang sama, yakni akhir tahun 1946 diadakan juga SMA sore untuk memberi kesempatan kepada mereka yang bekerja di waktu pagi untuk melanjutkan pengetahuan dan mendapat kemajuan. Dalam perkembangannya, kenyataan memperlihatkan bahwa kursus-kursus yang didirikan dalam waktu yang rekatif singkat tidak lagi dapat menampung jumlah peminat yang makin bertambah. Oleh karena itu pada tanggal 1 Oktober 1946, atas desakan sekitar 400 lulusan SMA Republik Indonesia, PMIK kemudian mengumumkan dibukanya Akademi Nasional yang membawahi 5 (lima) Fakultas yakni :
    • Fakultas Sosial, Ekonomi dan Politik
    • Fakultas Biologi
    • Fakultas Matematika clan Fisika
    • Fakultas Sastra Indonesia
    • Fakultas Sastra Inggris
    Nama AKADEMI, dan bukan UNIVERSITAS, dipilih untuk menghindarkan diri dari peraturan kolonial, yang ketika itu masih berlaku untuk Jakarta.
    Langkah maju PMIK tersebut mendapat sambutan positif secara luas dari segenap lapisan masyarakat. Kuliah pertama yang dilakukan secara sederhana dan khidmat pada tanggal 15 Oktober 1949 adalah suatu momentum historis yang mengawali perjuangan dalam perjalanan sejarah Universitas Nasional. Karena itu pulalah, tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai TANGGAL LAHIR UNIVERSITAS NASIONAL.
    Masih dalam tahun 1949 yakni pada tanggal 22 December, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang berkedudukan di Yogyakarta memberikan pengakuan dan persamaan penuh kepada Akademi Nasional dengan Surat Nomor :548/S. Lulusan SMA di Jakarta yang tidak mau memasuki Universiteit van Indonesia, Pemerintah Kolonial Belanda, ditampung oleh Universitas Nasional. Berdasarkan hal diatas, pada tahun 1959, ketika Universitas Nasional merayakan lustrumnya yang ke-II, Universitas Nasional mendapat gelar/julukan : UNIVERSITAS PERJUANGAN dari Presiden Pertama Republik Indonesia.
    Untuk dapat memperoleh jaminan keamanan yang lebih pasti bagi kepentingan memperluas cakrawala kegiatannya yang terus berkembang, maka disepakati merubah status PERKUMPULAN ILMU DAN KEBUDAYAAN menajadi YAYASAN MEMAJUKAN ILMU DAN KEBUDAYAAN (YMIK) melalui Akte Notaris Mr. Soewandi No. 3 tanggal 1 September 1954. Dalam hal ini yang menghadap notaris Mr. Soewandi ketika itu adalah
    Tuan Raden Teguh Suhardi Sastrosuwigno
    Tuan Meester Sutan Takdir Ali sj ahbana, clan
    Tuan Meester Raden Soedjono Hardjosoediro,
    Dari tahun ke tahun, Universitas Nasional terus berusaha mengembangkan dirinya, dengan pembukaan Fakultas-fakultas baru, yang diawali oleh Fakultas Ekonomi pada tahun 1964, sebagai usaha untuk sedapat mungkin menampung lulusan SMA yang terus meningkat. Menyusul Akademi Bahasa Asing (ABA) Nasional jurusan Bahasa Inggris (1970), Akademi Manajemen dan Akuntansi ( sekarang Akademi Akuntansi Nasional) tahun 1973, dan pada tahun 1974 dibuka sekaligus Sekolah Tinggi  Penerjemah Nasional, Fakultas Teknik serta Akademi Tourism dan perhotelan Nasional (sekarang menjadi Akademi Pariwisata Nasional). Terakhir pada tahun 1985 dibuka lagi Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum.
    Suatu usaha lain yang juga menunjukkan pengembangan Universitas Nasional adalah peningkatan frekuensi penerbit majalah ILMU dan BUDAYA, yang pertama kali pada Oktober 1978 terbit 3 (tiga) bulan sekali secara teratur.
    Pengembangan lain juga dilakukan lewat penataan kembali kedudukan fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Universitas Nasional dengan tetap berpegang pada aturan-aturan pemerintah yang digariskan, balk dengan cara melakukan penggabungan ataupun pemekaran fakultas maupun kurikulum yang digunakan.
    Penataan dimaksud menyebabkan Universitas Nasional mulai 1984-1985 membawahi delapan fakultas dengan berbagai jurusan. Fakultas Sastra Inggris dan Fakultas Sastra Indonesia digabung menjadi satu dengan nama Fakultas Sastra Universitas Nasional.
    Tidak sampai disitu saja YAYASAN MEMAJUKAN ILMU dan KEBUDAYAAN (YMIK) juga membuka Sekolah Menegah, SMA YMIK I , SMA YMIK II dan SMP YMIK selanjutnya pada tahun 1998 dibuka SMK YMIK .
    Pertama dibuka SMK YMIK membuka Program Bisnis Majemen dengan tiga program keahlian yaitu ;
    1. Akuntansi
    2. Sekretaris sekarang Administrasi Perkantoran
    3. Majemen Bisnis berubah menjadi Penjualan dan sekarang Pemasaran
    Pada tahun 2010 SMK YMIK Kembali membuka Program baru yaitu ;
    1. Program Pariwisata dengan Program Keahlian Akomodasi Perhotelan
    2. Program Teknologi Informasi Dan Komunikasi dengan Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan .



    Latar Belakang
    Program Keahlian Akomodasi Perhotelan merupakan salah satu program keahlian di SMK YMIK Jakarta, Program keahlian ini menitik beratkan kepada dua kompetensi di dua departemen di Hotel yaitu Departement Housekeeping dan Front Office.
    Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dari Industri Perhotelan. Semua Standar Kompetensi disesuaikan dengan Spektrum dan kemudian direvisi kembali oleh pihak Industri untuk menyesuaikan dengan keahlian dari human capital yang dibutuhkan di Industri.
    Lulusan Program keahlian Akomodasi Perhotelan diarahkan untuk menjadi tenaga tenaga professional dibidangnya khususnya di Industri Perhotelan. Pembelajaran dilakukan dengan dual system program atau yang dikenal sebagai Pendidikan sistem ganda. Dimana Pendidikan dan pelatihan tidak hanya dilakukan di sekolah namun juga dilakukan di Industri. Industri – industri pasangan yang dijadikan sebagai tempat praktek kerja yaitu hotel hotel Bintang Lima baik didalam maupun di Luar Negeri. Sedangkan Pendidikan dan pelatihan di Sekolah didampingi oleh Tenaga – tenaga pengajar berpengalaman dengan sertifikasi pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diajarnya Sehingga lulusan diharapkan menjadi lulusan yang professional sesuai dengan standar yang dibutuhkan


    Foto Hasan Al-Lembani.Foto Hasan Al-Lembani.
    Foto Hasan Al-Lembani.Foto Hasan Al-Lembani.
    (Sumber Foto : Bpk. Akhmad Nurhasan, S.Pd.I" 


    Pada Hari Sabtu,01 April 2017 diadakan acara Istighosah di SMK YMIK Jakarta. Acara Istighosah ini diadakan setiap satu tahun sekali dan dihadiri oleh Siswa-Siswi,Guru-guru yang mengajar, dan Staf karyawan SMK YMIK Jakarta.

    Kegiatan Istighosah tahun ini diadakan di Masjid Baitul Ilmi SMP-SMK YMIK. Tujuan diadakan acara ini adalah untuk doa bersama agar dimudahkannya kegiatan ujian untuk kelas XII.


    Foto Marjaya.Foto Marjaya.
    Foto Marjaya.Foto Marjaya.Foto Marjaya.Foto Marjaya.
    SMK YMIK Jakarta melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di masing-masing Kejuruan. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk menjamin mutu pendidikan di satuan Pendidikan Khusus Sekolah Menengah Kejuruan dengan tujuan utama adalah untuk mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi peserta didik di level tertentu yang disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari selama proses pembelajaran di SMK.


    Secara umum perangkat Uji Kompetensi Keahlian terdiri atas :
    1. Kisi-kisi Soal/Ujian Teori kejuruan (KST). Kisi-kisi soal ujian Teori Kejuruan merupakan konsep, prinsip-prinsip, prosedur, materi,bahan, dan lain-lain yang harus dikuasai peserta uji dalam melaksanakan pekerjaan bidang tertentu. Kisi-kisi ujian Teori kejuruan terbuka untuk umum.
    2. Soal Teori Kejuruan (STK) adalah berupa soal pilihan ganda dengan 5 opsi jawaban. Soal Teori Kejuruan terdiri dari model Ujian Nasional Berbasis Kertas (Paper-based Test) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (Computer-based Test).
    3. Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan (KSP). Kisi-kisi soal ujian Praktik Kejuruan merupakan kompetensi utama Standar Kompetensi danKompetensi Dasar yang harus dikuasai peserta uji dalam melaksanakan pekerjaan bidang tertentu. Kisi-kisi ujian Praktik kejuruan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan perangkat ujian praktik kejuruan (Soal Praktik Kejuruan, LembarPedoman Penilaian, dan Instrumen Verifikasi)
    4. Soal Praktik Kejuruan (SPK) adalah berupa penugasanbagi peserta uji untuk membuat atau proses dan mengerjakan suatu produk/jasa
    5. Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp) adalah rubrik yang digunakan untuk pemberian skor setiap komponen penilaian. Lembar penilaian memuat komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, dan kriteria penilaian.
    Semoga seluruh siswa yang mengikuti Uji Kompetensi Keahlian ini dapat melaksanakan ujian dengan hasil yang maksimal.

      Blogger news

      Blogroll

      Pages

      About