Recent Posts

Comments

recentcomments

Gallery

Featured Posts

Videos

Recent Posts

Recent in Sports

Pages - Menu

Sabtu, 30 September 2017

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Infomasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) menggelar Lokakarya Peningkatan Kompetensi Pemanfaatan TIK untuk Sekolah Garis Depan (SGD). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemberian bantuan USO (Universal Service Obligation), yaitu upaya mewujudkan jaringan internet untuk sekolah garis depan atau daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
USO merupakan hasil kerja sama antara Kemendikbud dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemberian bantuan jaringan internet USO sudah berlangsung sejak tahun 2015 dan pada tahun ini terdapat 658 sekolah yang menerima bantuan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, saat ini pemerintah berfokus pada wilayah pinggiran, sehingga Kemendikbud juga mendukung kemajuan pendidikan di wilayah pinggiran, termasuk meningkatkan akses teknologi digital dan infrastruktur di kawasan pedalaman. Mendikbud meminta Kepala PustekkomGogot Suharwoto untuk bekerja keras serta fokus kepada sekolah-sekolah dan pengembangan kualitas guru-guru TIK di kawasan perbatasan.
Lokakarya Peningkatan Kompetensi Pemanfaatan TIK bertujuan agar Sekolah Garis Depan (SGD) dapat meningkatkan kemampuan guru, teknisi, atau pengelola dalam pengelolaan dan pemanfaatan jaringan internet untuk pendidikan. Peserta lokakarya terdiri dari  80 orang guru dan teknisi TIK sekolah penerima bantuan USO, yang berasal dari 60 kabupaten di 23 provinsi. Mereka mengikuti lokakarya di Jakarta, pada tanggal 27 s.d. 30 September 2017.
Dalam sambutannya saat lokakarya, Mendikbud juga menyampaikan pentingnya Program Pendidikan Karakter (PPK). “Banyak yang komplain mengenai PPK, padahal PPK sangat cocok di wilayah 3T, tinggal diolah oleh guru saja. Kurikulum sebagai kompas untuk tentukan arah,” katanya. Menurutnya, banyak negara yang mengejar prestasi sains, namun pendidikan moral kurang diperhatikan. “Yang bagus itu di Jepang, moralitasnya terjaga, generasi mudanya punya karakter yang kuat,” tutur Mendikbud.
Ia juga berpesan agar guru-guru di kawasan perbatasan pantang menyerah dan harus kreatif menyiasati keterbatasan infrastruktur, dan membuka kesempatan untuk guru berprestasi dari kawasan perbatasan untuk menempuh pendidikan lanjutan. “Saya akan beri kesempatan belajar ke Jepang bagi guru terbaik di sini,” ujar Mendikbud.  Janji ini ditujukan kepada peserta lokakarya, yang menjalanipre-test dan post test dalam lokakarya.
Kepala Pustekkom, Gogot Suharwoto, juga menyampaikan bahwa Pustekkom telah berupaya untuk mendukung percepatan akses teknologi di sekolah perbatasan. Dalam kerja sama USO, peralatan dan koneksi yang diberikan oleh Kemenkominfo selain digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. (Hendri Puspa Martasari/Desliana Maulipaksi)

Sumber :Kemdikbud
Jakarta, Kemendikbud --- Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, pemerintah perlu melakukan sinergi kalender festival budaya untuk memaksimalkan potensi warisan budaya Indonesia di setiap festival. Sinergi tersebut, ujarnya, perlu dilakukan antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pariwisata dengan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota.
 
“Tahun depan, tahun 2018, akan ada skema kerja sama antara Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan pemerintah daerah dan komunitas. Jika memungkinkan juga dengan sektor usaha untuk memperkuat bermacam-macam kegiatan,” kata Hilmar saat konferensi pers tentang Anugerah Kebudayaan di Jakarta, Rabu (27/9/2017).
 
Ia menuturkan, Kemendikbud juga akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk menyinergikan festival-festival budaya yang diselenggarakan Kemendikbud, Kemenpar, dan pemda. “Total ada lebih dari 100 event unggulan seperti festival budaya,” tuturnya.
 
Hasil dari sinergi tersebut akan berupa terwujudnya satu kalender bersama yang memuat jadwal festival-festival dan kegiatan kebudayaan di seluruh Indonesia. Menurut Hilmar, Kemendikbud akan berperan dari aspek kuratorial, yaitu sebagai kurator dari warisan-warisan budaya yang diharapkan akan dibawa dalam setiap festival budaya.
 
“Kita sudah punya daftar warisan budaya Indonesia. Ada 584 warisan budaya yang sudah terdaftar. Ke-584 warisan budaya itu akan jadi basis dari kegiatan (festival budaya) tersebut,” ujar Hilmar. Rencananya, setiap warisan budaya takbenda yang terdapat di suatu daerah akan dimasukkan ke dalam festival budaya agar masyarakat lebih mengenal dan mau melestarikan warisan budaya yang terdapat di daerahnya.
 
“Ketika berbicara festival, kita lebih suka mengangkat seni kontemporer. Kemendikbud akan membawa 584 warisan budaya yang sudah terdaftar agar menjadi bagian dari festival-festival itu,” tutur Hilmar. Kemendikbud juga akan menggandeng tenaga ahli dan narasumber bidang kebudayaan untuk membantu proses kuratorial terhadap warisan budaya sehingga mendapatkan hasil yang optimal. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : Kemdikbud

PANDUAN LAPORAN PRAKERIN
KELAS XII
TAHUN PELAJARAN 2017-2018
dapat di unduh di halaman web

    Blogger news

    Blogroll

    Pages

    About